Kamis, 15 Januari 2015

“MY ENEMY MY BEST FRIEND“

Pemain :
1. Jessica Mila Setyowati sebagai Ana
2. Fatin Shidqia Nihayatul Husna sebagai Main
3. Princess Nikita Dianasari sebagai Rita
4. Miftahur Citata sebagai Ifa
5. Muhammad Aliando Masruri sebagai Farid

Kami dari kelompok 6 akan menampilkan drama yang berjudul “ MY ENEMY MY BEST FRIEND“. Kisah tentang anak sekolah. Mau tau kisahnya??? Saksikan di KTP. Ops salah! TKP.
Pada hari pertama tahun ajaran baru SMA Kirin, banyak murid baru datang dari berbagai sekolah. Salah satu kelas yang menarik adalah kelas X MIA1.
Inilah yang terjadi di kelas X MIA 1 dihari pertama.
Rita     : (Nyamperin ifa yang sedang membaca buku) “hey Ifa… wah .. kita sekelas    lagi …”
Main    : “Lebay!!”
Ana     : (Masuk kelas) “iiiih… sekelas sama orang orang kaya gini??? iiyyuuuh, gak level!!”
Rita     : “Idiiih..”
Ana     : “Hey kalian, apa lihat-lihat??”
Rita     : “PD banget sih lo!!”
Ana     : “He… lo berani sama gue??”
Ifa       : “Udah-udah, kita ini sekelas, seharusnya kita kompak, bersatu, ga kayak   gini!!
Farid    : “Ada apa ini ribut-ribut??”
Main    : “Maklum, namanya juga anak kecil, berissikk!!”
Ana     : “Heh, ngomong apa lo barusan?? Ulangi!!
Main    : (hanya diam)
Ana     : “Elo tu ya..”
Main    : “Maaf, gak ada waktu buat ngeladenin anak sok yes seperti anda!!”
Farid    : “Stop!! Gak usah berantem disini. Dari tadi kerjaannya ribut mulu.”
Ana & Main : “Gak usah ikut campur.”
TENGG-TENGG….. Bel istirahat pun berbunyi..
            Saat Ifa dan Rita asik membaca buku di perpustakaan bersama, datang Ana dengan sengaja menumpahkan minuman yang dibawanya kebaju Ifa.
Apa yang terjadi.??
Ana     : “Uuuups … Sorry! Aku nggak sengaja.”
Rita     : “Hey, punya mata tuh buat ngeliat.” (sambil mendorong Ana)
Ana     : “Gak usah pegang-pegang.. berani lo sama gue?”
Ifa       : “Udah-udah, kenapa sih kalian itu dimana-mana ribut terus, udahlah rit,    aku gapapa.”
Ana     : “Denger tuh, anak ini aja ga marah…. Kenapa elo yang sewot?”
Rita     : “Dasar resek lu. Ayo fa kita bersihin bajumu.. week..” (beranjak pergi)
Ana     : “Sana, pergi sana… hussst”
Rita dan Ifa pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan baju ifa.

Disisi lain, di kantin Farid menghampiri main yang sedang asik makan sendirian.
Farid    : “Cewek,, sendirian aja??”
Main    : “Hmm.. menurut anda! (dengan terus menikmati makanannya)
Farid    : “Hay, aku mau tanya boleh?”
Main    : “Soal?”
Farid    : “Kok cuek banget sih?”
Main    : “Penting banget ya, saya harus jawab pertanyaan itu?” (bardiri mau pergi)
Farid    : “Eee.. Stop ..! duduklah lagi, bukan itu kok.”
Main    : “Hmm.. apa?”
Farid    : “Ada apa sih antara Rita sama Ana?”
Main    : “Mana ku tau?”
Farid    : “Lo itu temen kayak gimana sih? Di ajak ngomong baik baik gak bisa.”
Main    : “Maaf saya gak bisa, meskipun saya bisa, mungkin itu adalah pertanyaan ke 1000 yang akan saya jawab.” (sambil pergi meninggalkan farid)
Farid    : “Huh… Dasar..”

Keesokan harinya
Ifa menunggu datangnya farid di perkiran belakang sekolah. Tak lama kemudian Farid pun datang dengan motor barunya. NGUNGGGGG… suara motornya farid.
Ifa       : “Stooop…!!”
Farid    : “Eeee… ada apa fa? Kok nilang mendadak”
Ifa       : “Aku mau ngomong ma kamu.”
Farid    : “Ngomong soal apa?”
Ifa       : “Parkirin dulu aja motormu.”
Farid    : “Oke bos.”

Farid memakirkan motornya kemudian bergegas menemui ifa.

Farid    : “Ada apa fa? Tumben nyamperin aku duluan. Hehe..”
Ifa       : “Gini, aku punya pemikiran, kita nyatuin kelas baru kita.”
Farid    : “Nyatuin gimana??? Maksud kamu, Ana, Rita, Main?”
Ifa       : “Iya sih, semuanya… terutama mereka.”
Farid    : “Apa yang bisa kita lakukan?”
Ifa       : (berfikir sejenak) “Ahaaaa…. Aku punya ide.”
Farid    : “Apa? Kasih tau dong.”
Ifa       : “Lihat aja Nanti. Daa..” (bergegas pergi meninggalkan Farid)
Farid    : “Eh..eh.. gue ditinggal..”

Ifa mengirim undangan kepada Rita,Ana dan Main untuk makan bersama dikantin saat 
istirahat mereka menghadiri undangan. Em…..tapi????

#Dikantin

Ana     : (datang) “Apa-apaan ini?”
Rita     : “Maksud kamu apa?”
Ana     : “Aku dapat undangan! Eee…ternyata elo yang ngundang.”
Rita     : “Sorry ya! Aku juga dapat undangan.”
Ana     : “Hah….ngaku aja!”
Rita     : “Enggak!! PD banget aku ngundang kamu.”
Main    : (datang) “Ha? Lagi-lagi kalian. Kenapa gak kepikiran dari tadi. Buang-buang waktu aja ngeliat anak kecil berantem. hhh……… Basi!!” (pergi)
Ifa       : (berlari terengah­-engah) “Stop-stop..! main jangan pergi!! Hm…..Aku yang undang kalian, aku ingin kita makan bersama. Biar kalian lebih akrab.”
Main,Ana dan Rita: “Ogah!!” (Pergi sendiri-sendiri)

Ifa duduk menatapi teman-temannya sambil menagis, tak lama kemudian Farid datang menghampirinya.

Farid    : “Kok nangis? Gimana tadi acaranya ???”
Ifa       : “Hmm….Gatot!!!!”
Farid    : “Loh…kok bisa????”
Ifa       : “Iya, mereka keburu salah paham terus pergi.”
Farid    : ”Udahlah…ga usah sedih. Suatu saat nanti mereka juga akan sadar, mereka cuma butuh adaptasi.”
Ifa       : “Iya deh! em…makasih ya!”
Farid    : “Oke, Sama-sama.”

BEBERAPA HARI KEMUDIAN……
#Dikelas

Farid    : “Teman-teman ….ada berita buruk!”(nada-nada panik)
Main    : “Biasa aja keless.”

Serentak anak-anak diam dan mendengarkan cerita farid…

Ifa       : “Ada apa sih??”
Farid    : “Aaaa….”
Rita     : “Aaa.. apa? Yang jelas dong ngomongnya.”
Farid    : “Itu lo.. Aaa.. Ana kecelakaan.”
Ifa dan Rita : “Haa…Apa??”
Main    : (hanya diam dengan raut wajah kaget)
Farid    : “Iya, Kasihan dia sekarang dirawat di Rumah Sakit Merdeka. Kabar terakhir dia belum sadarkan diri”
Ifa       : “Memang separah itu ya, kasihan banget Ana.”
(Main yang awalnya cuek, tanggap akan hal ini)
Main    : “Kawan-kawan.. Nanti pulang sekolah, kita jenguk Ana bersama-sama ya!”

Suasana dikelas hening sesaat setelah mendengar Main mengucapkan kalimat tersebut karena mereka tidak percaya jika Main peduli. Mereka hanya mengangguk tanda menyetujui ajakan Main.

Teng teng …… bel pulang berbunyi. Anak anak bergegas menuju Rumah sakit Merdeka. Mereka menuju kamar Ana dan mendekati Ana yang berbaring lemah tidak bisa bicara.

Ifa       : “Ana… Kamu bisa dengar aku kan?” (nada kalem)
Rita     : “Ana.. bangun..  maafkan aku yang selalu jahat sama kamu, selalu buat kamu marah?”   ( sedih )
Main    : “Aku juga minta maaf karena selalu gak peduli.”

Ana Cuma mengedipkan mata sambil meneteskan air mata karena belum bisa bicara. Dan dia merasa bersalah akan semua kelakuannya.



Ana, Main dan Rita sedang duduk di Gazebo dan mengingat ingat masa lalu mereka. Dari awal mereka bertemu pertama di awal masuk sekolah di kelas baru mereka sampai kini mereka akan berpisah.

Rita     : “Hmm .. lucu juga kisah kita dulu.”
Main    : “Hahaha ! emang, kisah anak kecil masuk SMA.”
Ana     : “iya, betul itu, perkenalkan inilah main yang cuek binggo”
Main    : “ye.. mendingan saya, daripada kamu, Ana si anak kecil yang super judess”
Semua : (Tertawa bersama) “hahahaha..”

            Saat mereka bertiga asyik bergurau bersama, Ifa dan Farid datang nyamperin mereka.

Ifa       : “Hai teman teman… kayaknya asyik ni! Ikutan dong.”
Rita     : “Iya, sini sini “
Farid    : “Oh ya … udah lihat nilai kalian belum?”
Main    : “Belum, udah dipasang belum ya?”
Ana     : “Emm … Udah jam 10.00. Ayo kita lihat sekarang!”
Ifa       : “Ayo!!”
Ana     : “Okelah.”
main    : “Cap cus ciin.”
Rita     : “Lets go guys..”

            Merekapun pergi munuju mading untuk melihat pengumuman nilai. Setelah mencari nama mereka, Mereka menemukan nama mereka masing-masing dengan nilai yang bagus dan di nyatakan LULUS ! Mereka senang dan mengikat janji mereka teman selamanya.
THE END



Tidak ada komentar:

Posting Komentar